Rabu, 16 Maret 2011

Makalah Pengantar manajemen


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dengan membahas penyakit endemik dalam bentuk makalah.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, kerabat dan teman-teman kami, sehingga kendala-kendala yang kami hadapi teratasi. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Ibu guru bidang studi Pengantar Manajemen yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada kelompok kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
  2. Orang tua, teman dan kerabat yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.















DAFTAR ISI
Bab I
Pendahuluan
I.1 Latar Belakang………………………………………………………………………….  1
I.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………...   2
Bab II
Pembahasan
II.1 Arti Penting Organisasi………………………………………………………………..  3
II.2 Struktur Organisasi …………………………………………………………………..   4
II.3 Teknik-teknik Pengorganisasian……………………………………………………...   15
II.4 Organisasi dalam Prespektif Islam…………………………………………………...   16
Kesimpulan………………………………………………………………………………...   18




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Keberadaan organisasi ( organization ) sebenarnya setua sejarah manusia di muka bumi ini. Sepanjang hidupnya manusia telah menggabungkan diri dengan orang lain untuk tujuan bersama, baik tujuan yang berbentuk tunggal (single goals ) maupun tujuan ganda ( multiple goals ). Tujuan organisasi juga direalisasikan baik tujuan yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang.

Organisasi merupakan hal yang penting juga setelah perencanaan, karena suatu rencana tidak akan dapat berjalan sesuai dengan target jika tidak adanya suatu organisasi yang menangani.Berdasarkan Nickles dan Mc Hugh dan Mc Hugh ( 1997 )terdiri ada 4 bagian yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengendalian. Ini menunjukkan bahwa organisasi adalah alat untuk menjalankan suatu rencana dalam memecahkan masalah dan untuk mencapai target yang ingin dicapai.

1.2    Rumusan Masalah

1.      Jelaskan bagaimana Struktur Organisasi dalam suatu perusahaan ?
2.      Jelaskan arti penting pengorganisasian dalam suatu perusahaan ?
3.      Jelaskan teknik-teknik pengorganisasian ?
4.      Jelaskan pemahaman tentang organisasi dan semua sub bab pembahasan dalam perspektif islam ?
















BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Arti Penting Organisasi

Mengapa suatu organisasi dikatakan penting…?? Organisasi dikatakan penting karena organisasi  merupakan suatu wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang bekerjasama guna mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan. Ada 3 unsur dalam organisasi antara lain : kumpulan orang, kerjasama, dan tujuan yang ingin dicapai. Unsur-unsur organisasi merupakan dalam satu kesatuan organisasi yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa organisasi merupakan tahapan ke dua setelah perencanaan, perencanaan tidak akan dapat dilakukan jika tidak ada suatu tim atau organisasi. Sedangkan pengorganisasianadalah pengelompokan aktivitas dalam suatu organisasi. Dalam suatu organisasi terdapat banyak aktivitas dalam mencapai tujuannya yang dikelompokkan ke dalam suatu kelompok organisasi yang memiliki beberapa bidang kegiatan. Masing – masing bidang kegiatan dalam organisasi itu memiliki kepentingan yang sama antara satu dengan yang lain.

Satu hal yang sangat penting dalam organisasi adalah proses rancangan organisasi. Rancangan organisasi adalah suatu proses dalam pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manager untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan organisasi, baik hubungan di dalam maupun di luar  lingkungan organisasi.



II.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan ( organizatinal structure can defined as the arragement and interrelation ship of the component parts and positions of a company ). Stoner dan Wankell ( 1986:243 ).

Struktur organisasi menspesifikasikan pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau aktifitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja Struktur Organisasi juga menunjukkan hierarki dan struktur otoritas organisasi serta memperlihatkan hubungan pelaporannya. Struktur organisasi memberikan stabilitas dan kontinuitas organisasi guna untuk mempertahankan suatu tim untuk mengkoordinasi hubungannya dengan lingkungan. Siswanto ( 2005:85)

Gibson dan kawan-kawan (1980 ) menekankankan bahwa struktur bertalian dengan hubungan yang relatif pasti yang terdapat diantara pekerjaan dalam organisasi. Hubungan yang pasti timbul dari proses keputusan, antara lain :
1.                  Pembagian kerja ( division of labor )
2.                  Departementalisasi ( depertementalization )
3.                  Rentang kendali ( span of comtrol )
4.                  Delegasi ( delegation )

Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manager melakukan alokasi sumber daya organisasi terutama yang terkait dengan  pembagian kerja sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan, secara ilustratif struktur organisasi bisa digambarkan sebagai bagan organisasi ( organizational chart ).




Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Stoner, Freeman, dan Gilbert ( 1995 ), ada empat pilar dalam pengorganisasian, antara lain :
1.      Pembagian kerja ( division of work )
2.      Pengelompokan pekerjaan (depertementalization )
3.      Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi ( Hierarchy )
4.      Koordinasi ( coordination )
Berdasarkan dari pernyataan yang berasal dari sumber yang berbeda, mengatakan bahwa “ empat dasar diatas itulah yang menjadi dasar untuk melakukan proses pengorganisasian “,  sebenarnya pengertiannya itu sama meskipun dari berbagai sumber, berdasarkan pembagian tersebut maka dari beberapa pilar dan proses keputusan dapat disimpulkan, antara lain :
1.      Pembagian Kerja ( Division Of Work / Division Of Labor )

Pembagian kerja juga dinamakan pembagian tenaga kerja ( Division of Labor  ), akan tetapi pembagian kerja lebih banyak digunakan karena pada dasarnya yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya bukan tenaga kerjanya. Proses pembagian kerja dari keseluruhan akan menjadi lebih spesifik atau lebih sederhana dan detail jika keseluruhan pekerjaaan dapat dibagi-bagi berdasarkan kriteria tertentu yang lebih spesifik.

Permasalahan yang berhubungan dengan pembagian kerja bertalian dengan sampai seberapa jauh pekerjaan dispesialisasikan. Selururuh pekerjaan dispesialisasikan sampai suatu tingkat dan kemampuan untuk membagi pekerjaan diantara pemegang pekerjaan.

Berikut keuntungan yang diperoleh dengan adanya spesialisasi pekerjaan, antara lain :
·         Apabila suatu pekerjaan terdiri atas sedikit tugas, managemen mudah memberikan pelatihan pengganti bagi bawahan yang diberhentikan atau dimutasikan, karena aktivitas pelatihan yang minimum memerlukan alokasi biaya pelatihan yang rendah.
·         Seorang bawahan dapat menjadi ahli dalam melaksanakan tugas jika pekerjaan atau tugas yang diberikan jumlahnya sedikit, sehingga akan menghasilkan keluaran atau hasil yang memuaskan.

2.      Pengelompokan Pekerjaan ( Departementalization )

Setelah pekerjaan dispesifikkan, maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu ynag sejenis. Proses penentuan deretan dan kedalaman pekerjaan individual bersifat analistis, yaitu jumlah tugas organisasi dipecah-pecah ke dalam beberapa tugas yang lebih kecil yang berurutan. Proses penggabungan pekerjaan  ke dalam kelompok inilah yang dinamakan sebagai departementalisasi. Sedangkan manajerial yang muncul adalah   memilih suatu dasar bagi penggabungan pekerjaan tersebut.

Praktik departementalisasi sering didasarkan atas kebutuhan sebagai berikut :

a.       Departementalisasi Fungsional

Pengelompokan pekerjaan dilakukan menurut fungsi organisasi. Beberapa organisasi lebih sering menggunakan dasar fungsional karena mudah dipahami orang. Beberapa kegiatan dari fungsi pengorganisasian, antara lain :
·         Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, menetapkan prosedur yang diprerlukan.
·         Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan garis kewenangan dan tanggung jawab.
·         Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia/ tenaga kerja.
·         Kegiatan penenmpatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

b.      Departementalisasi Teritorial

Departementalisasi teritorial dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar bidang geografis. Bidang geografis ini menyangkut tugas seluruh operasi di suatu wilayah tertentu, logikanya bahwa semua aktifitas dalam daerah tertentu seharusnya ditugaskan kepada seorang manager. Manager tersebut akan bertugas melaksankan seluruh operasi dalam bidang goegrafis.

Salah satu keuntungan dari pengelompokan ini adalah akan memberikan dasar pelatihan bagi tenaga managerial. Organisasi dapat memberikan pelatihan kepada para manager di daerah. Manager kemudian menilai program dan kemajuan daerah dan memberikan pandangan yangsangat berharga agar produk dan jasa diterima di lapangan.

c.       Departemtalisasi Produk

Pada organisasi bisnis besar atau perusahaan yang produknya beraneka ragam, aktivitas dan para pekerja yang dikelompokan atas tugas dan kegiatannya masing-masing. Bentuk organisasi ini memungkinkan bawahan atau para pekerja untuk mengembangkan seluruh keahliannya dalam penelitian, membuat, dan mendistribusikan suatu produk. Sentralisasi otoritas, tanggung jawab, dan tanggung gugat dalam departemen produk tertentu memungkinkan managemen mengkoordinasikan aktivitas.

d.      Departementalisasi Campuran Organisasi Divisional

Departementalisasi pelangan dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar pelanggan. Misalnya, struktur organisasi dari lembaga pendidikan, departemen pinjaman bank komersial, toserba, pasar swalayan,dsb.

c. departementalisasi Pelanggan

Strategi campuran ini muncul karena para manager mencoba menanggulangi pertumbuhan, pergeseran dalam pasar, budidaya produk dan jasa, kebijakan pemerintah.

3.      Penentuan Relasi antar Bagian dalam Organisasi ( Hierarki )

Sebenarnya antara hierarki dengan permasalahan yang rentan kendali  ( Span Of Control )  itu merupakan satu bagian, mengapa…..? Karena Span Of Control adalah bagian dari hierarki. Sedangkan Hierarki ini memiliki dua konsep penting dalam proses penentuan hierarki, yaitu : Span of management control dan Chain Of Command. Span of management control terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu, sedangkan Chain of command menjelaskan bagaiman batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana. Chain of command juga menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hierarki yang paling tinggi kke hierarki yang paling rendah.

Dalam  penentuan hierarki organisasi melalui penentuan Span Of Management Control dan Chain Of Command, manager perlu mempertimbangkan apakah akan menggunakan  jenis hierarki yang bersifat horisontal ( flat hierarchy ) atau vertikal ( tall hierarchy ). Hierarki horisontal adalah bentuk struktur organisasi yang bagian organisasinya banyak ke samping dan meminimalkan jumlah sub bagian departemen. Sedangkan hierarki vertikal adalah bentuk struktur organisasi yang meminimalkan bagian-bagian organisasi kesamping secara horisontal, dan memperbanyak sub bagian atau departemen secara vertiakal.

Lihat gambar di bawah ini



Gambar a. hierarki horisontal








Gambar b. hierarki vertikal


 

 

4.      a  Koordinasi ( coordination )

Bagian terakhir atau pilar terakhir dari proses pengorganisasian adalah koordinasi, namun di sumber lain ada yang mengatakan Delegasi kekuasaan, sebenarnya koordinasi dengan delegasi kekuasan itu cenderung memiliki arti yang sama. Karena Delegasi kekuasaan merupakan bagian dari koordinasi, dimana delegasi kekuasaan adalah penguasaan dan pengaturan yang ada di suatu struktur organisasi yang dikendalikan oleh wewenang masing-masing sesuai dengan garis struktur, yang menyebabkan adanya koordinasi antara penguasa yang paling tinggi atau yang disebut dengan direktur atau pimpinan hingga  ke anak buah atau para pekerja.

Koordinasi ( coordination ) sebagaimana menurut Stoner, Freeman, Gilbert ( 1995 ) pada dasarnya adalah the process of integrating the activities of separate departments in order to pursue organizational goals effectively.  Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi bisa tercapai secara efektif. Tanpa koordinasi berbagai kegiatan yang dilakukan di setiap bagian organisasi tidak akan terarah dan cenderung membawa misi masing-masing.

5.      b Delegasi ( Delegation of Authority )

Merupakan permasalah delegasi kekuasaan bertalin dengan keuntungan relatif dari desentralisasi, yaitu delegasi kekuasaan sampai pada tingkat paling rendah dalam hierarki manajerial. Konsep desenralisasi tidak berkenaan dengan penyebaran geografis unit-unit organisasiyang terpisah tetapi konsep tersebut berhubungan dengan hal yang didelegasikan kepada anager untuk mengambil keputusan tanpa persetujuan dari managemen yang lebh tinggi. Dalam beberapa segi, konsep tesebut berhubungan dengan pengaruhyang dimliki oleh seseorang karena karakteristik pribadinya.

Mintzberg ( 1983:304 ) mengemukakan bahwa setiap organisasi memiliki lima bagian dasar, antara lain :

1.      The Operating Core
Para karyawan yang melakuakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produksi dan jasa.
2.      The Strateic apex
Manager puncak yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi yang bersangkutan.
3.      The Middle Line
Para manager yang menjadi penghubung Operating Core dengan strategic Apex
4.      The Tehnostructure
Para analisis yang memiliki tanggun jawab untuk meaksanakan bentuk standardisasi tertentu dalam organisasi.
5.      The Support Staff
Orang yang mengisi unit staff, yang member jasa pendukung tidak angsunkepada organisasi.

Jadi menurut Mintzberg, terdapat lima buah desainkonfigurasi yang masing-masing dihubungkan dan didominasi dari masing-masing tersebut. Jika kendali ada di operating core, maka keputusan akan didesentralisasi. Hal ini akan menciptakan biokrasi professional. Jka Strategi apex yang dominan maka kendali desentralisasi dan organisasi itu merupakan struktur  yang sederhanaJika Middle Management yang mengendalikan maka akan ditemukan kelompo dari unit yang bekerja dalam sebuah struktur Divisional. Tetapi jika para analisis Technostructure yang dominan maka kendali akan dilakukan melalui Standardisasi.

Stoner dan Wankell ( 1986 ) mengemukakan adanya 5 elemen yang berguna untuk menganalisis Struktur Organisasi, antara lain :

a.       Spesialisasi Akivitas ( Specialization of Activities )
Spesialisasi ini mengacu pada spesifikasi tugas individual dan kelompok kerja di seluruh organisasi ( pembagian kerja ) dan penyatuan tugas ke dalam unit kerja.

b.      Standardisasi Aktivitas ( Standardization of Activities )
Standardisasi aktifitas merupakan  prosedur yang digunakan  organisasi untukmenjamin kelayakdugaan ( predictability ) aktivitasya. Menstardisasi adalah menjadikan konsisten dan seragam. Dengan analisis ini maka manager berusaha untuk menstadardisasi keluaran organisasi.

c.       Koordinasi Aktivitas
Koordinasi Aktivitas adalah prosedur yang memadukan funsi subunit dalam organisasi. Mekanisme standardisasi memudahkan untuk pengoodinasian pekerjaan aktifitas khususnya dalam organisasi yang tidakmemiliki aktifitas rumit.

d.      Sentralisasi dan Desantrilisasi pengambilan keputusan ( Centralization and decentralization of decision making )
Sentralisasi dan desantrilisasi pengambilan keputusan menacu pada lkasi otoritas pengambilan keputusan. Dalam struktur organisasi Disentralisasi keputusa diambil oleh top manager, dan gaya pengambilan keputusan dibagi diantara para bawahan pada hierarki manajemen menengah dan bawah.

e.       Ukuran Unit Kerja ( size of the work unit )
Ukuran unit kerja mengacu pada jumlah bawahan dalam satu kelompok kerja.
Untuk memperlihatkan struktur organisasi,manager biasanya menyusun suatu bagan organisasi yang menggambarkan diagram fungsi, departemen, dll, yang menunjukkan hubungan satu dengan yang lain.
Bagan organisasi menambarkan lima aspek struktur organisasi yang utama, yaitu :
·         Pembagian kerja ( division of work )
·         Manager dan bawahan ( manager ane subordinates )
·         Tipe pekerjaan yang dilaksanakan ( the type of work being performed )
·         Pengelompokan bagian pekerjaan ( the grouping of work segment )
·         Level Management ( the level of management )

Keunggulan ( advantage ) bagan organisasi
§  bahwa para bawahan memilliki gambaran tentang  bagaimana organisasi distrukturkan
§  Untuk mengetahui tugas dan wewenang setiap jabatan
§  Memudahkan untuk menemukan orang yang bersangkutan jika ada seseorang yang diperlukan untuk menangani permasalahan yang spesifik.
Kelemahan ( Disadvantage ) bagan organisasi
§  Terdapat banyak hal yang samar atau tidak terlihat


Dalam organisasi modern terdapat 3 bentuk Struktur Organisasi yang secara formal disusun menurut fungsi, produk atau jasa, dan dalam bentuk matriks.

1.      Struktur Organisasi Fungsional

Struktur Organisasi funsional menghmpun seluruh individu yang terlibat dalam suatu aktifitas atau beberapa aktifitas yang berkaitan dalam suatu departemen.

Gambar Struktur Organisasi Fungsional






 Bentuk struktur organisasi fungsional seringkali digunakan oleh perusahaan keci yang menawarkan jajaran produk yang terbatas, karena memunkinkan sumber daya yang khusus dapat digunakan dengan seefisien.

Stoner dan Wankell ( 1986: 248 ) mengkutip karakteristik struktur fungsional

Tabel Karakteristik Struktur Fungsional

 Keunggulan
( advantages )
Kelemahan
( Disadvantages )
1.      Sesuai dengan lingkungan yang stabil
2.      Menunjang pengembangan keahlian
3.      Memberi kesemptan bagi para spesialis
4.      Memerlukan koordinasi internala minimum
5.      Hanya sedikit memerlukan keterampilan antar pribadi
1.      Pada organisasi besar, respon lbih lambt diterima
2.      Menyebabkan terjadinya penyumbatan, karena pelaksanaan tugas sekuensial
3.      Kurang inovatif dan memiliki perspektif yang sempit
4.      Dapat menimbulkan konflik tentang prioritas produk
5.      Tidak menunjang berkembangnya manager umum
6.      Mengaburkan Tanggung jawab atas tugas keseluruhan.

2.      Struktur Organisasi Produk atau Pasar

Struktur organisasi berdasarkan produk atau pasar sering sekali dipandang sebagai organisasi menurut devisi yang menghimpun seluruh unit kerja yang terlibat dalam produksi dan pemasaran suatu produk.
Struktur organisasi produk atau pasar sering digunakan oleh prusahaan besa dan perusahaan multiproduk. Pola utama atas pembagian produk atau pasar yang sering dianut adalah sebagai berikut :

a.       Pembagian menurut Produk
Struktur ini tiap bagian bertanggung jawab atas suatu produk atau seperangkat produk yang saling berhubungan.

Lihat Grafik di bawah ini

 


 

B. Pembagian Menurut  Geografis ( Division by Geography )
Versi ini menghimpun dalam suatu bagian, seluruh aktifitas yang dilaksanakan di wilayah tertentu di mana unit yang bersangutan melakukan operasina.
Pengaturan semacam ini dipandang logis manakala dengan pertimbangan  tentang :
1.      Sumber bahan baku
2. Sumber bawahan
3. Pasar atau produk yang dihasilkan
Gambar Struktur ini






Direktur utama
 


 








b.      Pembagian Menurut Pelanggan
Versi ini terjadi apabila suatu divisi menjual hampir seluruh produksinya kepada kelompok pelangan tertentu.

Struktur Organisasi pelanggan


 

 

Struktur rganisasi produk memiliki keunggulan dan kelemahan. Karakteristik keungulan dan kelemahan struktur organisasi ersebut seperti dikemukakan Stoner dan Wankell ( 1986 : 252 )
Karakteristik Struktur Produk/Pasar
Keunggulan
( Advantages )
Kelemahan
( Disadvantages )
1.      Sesuai dengan perubahan yang cepat
2.      Memungkinkan adanya visibilitas yang tinggi
3.      Memungkinkan konsentrasi penuh terhadap tugas
4.      Kejelasan tanggung jawab
5.      Memungkinkan pengolahan tugas ganda secara pararel
6.      Memudahkan pelatihan bagi manager umum
1.      Membantu perkembangan politik dalam alokasi sumber daya
2.      Kurang mendukung koordinasi aktivitas antar divisi
3.      Mendorong terabaikannya prioritas janka panjang
4.      Memungkinkan menurunkan pendalaman kompetisi
5.      Menimbulkan konflik antara tugas divisi dengan prioritas  perusahaan

2.      Struktur Organisasi Matriks
Pada struktur organisasi matriks terdapat dua jenis desain sekaligus. Struktur organisasi berusaha memaksimumkan kelemahan dari struktur fungsional dan struktur produk atas pasar. Struktur organisasi matriks mencapai keseimbangan yang diinginkan dengan melapisi atau membubuhi suatu struktur otoritas horizontal, pengaruh, dan omunikasi. Adanya sistem otoritas ganda merupakan ciri khs dari struktur organisasi matriks.
Struktur organisasi matriks ditemukan dalam organisasi yan memerlukan tanggapan terhadap perubahanyang cepat dalam dua sektor, sepertitknologidan pasar, yang menghadapi ketidakpastian dan memerlukan persyaratan tinggi mengenai pengolahan informasi serta harus mengahdapi keterbatasan sumber daya financial dan sumber daya manusia.
Gambar Struktur Organisasi Matriks
Direktur utama
 
 



 


Toner dan Wankell ( 1986:254 )
Keunggulan
( Advantages )
Kelemahan
( Disadvantages )
1.      Memrikan Fleksibilitas kepada organisasi
2.      Merangsang kerjasama antar disiplin
3.      Melibatkan dan menantang perorangan
4.      Mengembangkan ketrampilan karyawan
5.      Membebaskan top managemen untuk perencanaan
6.      Memotiviasi perorangan untuk mengidentifikasi produk
7.      Memungkinkan para ahli ke wilayah penting apabila diperlukan
1.      Risiko timbulnya perasaan anarki
2.      Mendorong pergulatan otoritas
3.      Dapat mengarah pada diskusi daripada aksi
4.      Menuntut ketrampilan antar pribadi yang tinggi
5.      Implementasinya memerlukan biaya yang tinggi
6.      Risiko duplikasi usaha oleh tim proyek
7.      Berpengaruh terhadap moral kerja ketika personel diatur kembali

II. 3 Teknik Pengorganisasian
Pengorganisasian sebagai proses menunjuk pada rangkaian kegiatan yang menghidupkan suatu struktur organisasi tertentu (Gibson, Ivancevich, Donnelly, and Konopaske, 2006 : Champoux, J.E. 2003.), dan diterapkan dengan mempertimbangkan 4 (empat) faktor yakni: pertama, struktur organisasi harus merefleksikan tujuan-tujuan dan rancangan sebab aktivitas-aktivitas organisasi justru bersumber dari kedua aspek ini. Kedua, struktur itu hendaknya memberikan gambaran garis kekuasaan para manajer organisasi, dan hal ini bergantung pada tipe dan jenis organisasi. Ketiga, seperti halnya perencanaan, struktur organisasi harus merefleksikan lingkungannya baik yang menyangkut ekonomi, tek¬nologi, politik, sosial, maupun etik sehingga tidak akan bertentangan dengan ke semua faktor ini. Struktur organisasi harus dapat membantu kelompok/individu mencapai tujuan secara efisien di dalam situasi mendatang yang berubah-ubah. Tentu saja ia tidak boleh statis dan mekanis. Keempat, organisasi harus diisi dengan tenaga manusia. Penge¬lompokkan kegiatan dan pembagian kekuasaan yang terlihat pada struktur organisasi disesuaikan dengan kebiasaan dan batas kemampuan sese¬orang. Hal ini bukan berarti struktur organisasi itu dirancang untuk memenuhi perbedaan individual setiap personel, melainkan difokuskan pada tujuan-tujuan dan aktivitas organisasional. Suatu pertimbangan penting dalam merancang sebuah organisasi adalah jenis orang-orang yang akan dipekerjakan. Sebagaimana para insinyur mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan jenis material yang akan dipergunakan dalam proyek-proyek mereka, begitu pula para organi¬sator mempertimbangkan bahan-bahan mereka yakni orang-orang. Setelah memperhatikan sejumlah prinsip proses pengorganisa¬sian itu, baru penyelenggara organisasi itu memulai kegiatannya secara sistematis, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan mengelompokan sejumlah aktivitas yang diinginkan.
2. Mengelompokan aktivitas menurut sumber dan situasi yang ada.
3. Mendelegasikan kekuasaan pada anggota tertentu.
4. Mengadakan koordinasi kekuasaan (wewenang) dan hubungan informasi.
Proses demikian mengisyaratkan bahwa tahap-tahap pengorganisasian dimulai atas dasar tujuan-tujuan yang telah ditetapkan pada langkah perencanaan.

II. 4 Organisasi dalam prespektif Islam
Di dalam islam, kepemimpinan itu biasa dikenal dengan istilah imarah, ri-asah, atau qiyadah. Semua bermakna sama. Islam telah melekatkan persoalan kepemimpinan ini atas diri umatnya, sedemikian rupa sehingga tidak boleh ada satu perkarapun dimana didalamnya melibatkan tiga orang, kecuali harus ada salah seorang diantara mereka yang menjadi pemimpinnya. Rasulullah saw bersabda:  “Tidak boleh bagi tiga orang berada dimanapun dibumi ini, tanpa mengambil salah seorang diantara mereka sebagai amir “.
Ini berarti islam telah mengajarkan berpolitik dalam perkara apa pun dengan keharusan ada seorang pemimpin disetiap perkara dan kehidupan kaum muslim. Di dalam kehidupan keluarga, didalam shalat berjamaah ada imamnya, di dalam perjalanan ada pemimpin perjalanan, di dalam khalifah haji/umroh ada pemimpinnya, di dalam pasukan terdapat komandannya, dan lain-lain termasuk di dalamnya adalah kepala negara, yang di dalam sistem pemerintaha islam dikenal dengan sebutan khalifah ia adalah pemimpin umum bagi seluruh kaum muslim dan dunia untuk menegakan hukum-hukum syariat islam dan mengembang dakwah islam keseluruh penjuru dunia. Pemimpin seperti inilah yang dinyatakan oleh hukun syariat agar masyarakat tertib dengan institusi kekhilafahan islam, dimana diwajibkan atas seluruh kaum muslim menegakan dan menjaganya.
Keharusan adanya seorang pemimpin dalam seluruh perkara, apalagi perkara besar seperti negara. Sebab tidak akan ada gunanya pelaksanaan suatu sistem apabila tidak ada orang yang memimpin pelaksanaan sistem tersebut. Oleh karena itu segeralah kalian berupaya untuk membaiat seorang khalifah selamatkanlah diri kalian dari kematian jahiliah segeralah kalian berperang dan berlindung di belakang khalifah yang kalian baiat. Rasululloh saw bersabda: “sesungguhnya imam adalah perisai dimana orang-orang berperang dan berlindung di belakangnya”.
Dalam pandang islam pun berorganisasi diperlukan dalam memimpin maraih kemenangan demi kemenangan, bukan mengantarkan kalian pada kekalahan demi kekalahan. Untuk itu kita pun belajar bagaimana cara memimpin dalam suatu organisasi. Karena dalam berorganisasi mahasiswa memiliki nilai lebih, posisi mahasiswa aktivis menjadi idialisme bagi seorang mahasiswa yang patut dibanggakan. Namun memang kehidupan mahasiswa aktivis tidak sebaik kehidupan mahasiswa akademis. Dalam berbagai hal sangat jelas menunjukan perbedaan secara skill, intelektual dan etika sangat membanggakan Namun ia lemah dalam segi pengalaman. Sebab mahasiswa tersebut jika berhadapan dengan persoalan yang pelik. Karakter mahasiswa ini akan nampak sangat kaku dalam dalam menyelesaikan persoalan, bahkan cara menyelesaikan konflik-nya kurang.





Bab III
III.1 kesimpulan
a.       organisasi  merupakan suatu wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang bekerjasama guna mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan. Ada 3 unsur dalam organisasi antara lain : kumpulan orang, kerjasama, dan tujuan yang ingin dicapai. Unsur-unsur organisasi merupakan dalam satu kesatuan organisasi yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain.

b.      Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan. Struktur organisasi menspesifikasikan pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau aktifitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu. Dan terbagi menjadi beberapa struktur yaitu:

1.      Pembagian kerja ( division of work )
2.      Pengelompokan pekerjaan (depertementalization )
3.      Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi ( Hierarchy )
4.      Koordinasi ( coordination )

c.       Teknik Pengorganisasian sebagai proses menunjuk pada rangkaian kegiatan yang menghidupkan suatu struktur organisasi tertentu (Gibson, Ivancevich, Donnelly, and Konopaske, 2006 : Champoux, J.E. 2003.), dan diterapkan dengan mempertimbangkan 4 (empat) faktor yakni: pertama, struktur organisasi harus merefleksikan tujuan-tujuan dan rancangan.
d.      Islam telah mengajarkan berpolitik dalam perkara apa pun dengan keharusan ada seorang pemimpin disetiap perkara dan kehidupan kaum muslim.
   Rasulullah saw bersabda:  “Tidak boleh bagi tiga orang berada dimanapun dibumi ini, tanpa mengambil salah seorang diantara mereka sebagai amir “.






Refrensi buku:
1.      Siswanto bedjo, 2005. Pengantar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara
2.      Sule Ernie Trisnawati dan Kurniawan Saefullah, 2005. Pengantar Manajemen. Edisi pertama, Jakarta: Pernada Media
3.      Bangun Wilson, 2008. Intisari Manajemen. Bandung: refika Aditama
4.      George R. Terry dan Leslie W. Rue, cetakan ke sebelas, Agustus 2010. Dasar-dasar manajemen:Bumi Aksara
              
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Keberadaan organisasi ( organization ) sebenarnya setua sejarah manusia di muka bumi ini. Sepanjang hidupnya manusia telah menggabungkan diri dengan orang lain untuk tujuan bersama, baik tujuan yang berbentuk tunggal (single goals ) maupun tujuan ganda ( multiple goals ). Tujuan organisasi juga direalisasikan baik tujuan yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang.

Organisasi merupakan hal yang penting juga setelah perencanaan, karena suatu rencana tidak akan dapat berjalan sesuai dengan target jika tidak adanya suatu organisasi yang menangani.Berdasarkan Nickles dan Mc Hugh dan Mc Hugh ( 1997 )terdiri ada 4 bagian yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengendalian. Ini menunjukkan bahwa organisasi adalah alat untuk menjalankan suatu rencana dalam memecahkan masalah dan untuk mencapai target yang ingin dicapai.

1.2    Rumusan Masalah

1.      Jelaskan bagaimana Struktur Organisasi dalam suatu perusahaan ?
2.      Jelaskan arti penting pengorganisasian dalam suatu perusahaan ?
3.      Jelaskan teknik-teknik pengorganisasian ?
4.      Jelaskan pemahaman tentang organisasi dan semua sub bab pembahasan dalam perspektif islam ?
















BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Arti Penting Organisasi

Mengapa suatu organisasi dikatakan penting…?? Organisasi dikatakan penting karena organisasi  merupakan suatu wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang bekerjasama guna mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan. Ada 3 unsur dalam organisasi antara lain : kumpulan orang, kerjasama, dan tujuan yang ingin dicapai. Unsur-unsur organisasi merupakan dalam satu kesatuan organisasi yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa organisasi merupakan tahapan ke dua setelah perencanaan, perencanaan tidak akan dapat dilakukan jika tidak ada suatu tim atau organisasi. Sedangkan pengorganisasianadalah pengelompokan aktivitas dalam suatu organisasi. Dalam suatu organisasi terdapat banyak aktivitas dalam mencapai tujuannya yang dikelompokkan ke dalam suatu kelompok organisasi yang memiliki beberapa bidang kegiatan. Masing – masing bidang kegiatan dalam organisasi itu memiliki kepentingan yang sama antara satu dengan yang lain.

Satu hal yang sangat penting dalam organisasi adalah proses rancangan organisasi. Rancangan organisasi adalah suatu proses dalam pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manager untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan organisasi, baik hubungan di dalam maupun di luar  lingkungan organisasi.



II.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan ( organizatinal structure can defined as the arragement and interrelation ship of the component parts and positions of a company ). Stoner dan Wankell ( 1986:243 ).

Struktur organisasi menspesifikasikan pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau aktifitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukkan tingkat spesialisasi aktivitas kerja Struktur Organisasi juga menunjukkan hierarki dan struktur otoritas organisasi serta memperlihatkan hubungan pelaporannya. Struktur organisasi memberikan stabilitas dan kontinuitas organisasi guna untuk mempertahankan suatu tim untuk mengkoordinasi hubungannya dengan lingkungan. Siswanto ( 2005:85)

Gibson dan kawan-kawan (1980 ) menekankankan bahwa struktur bertalian dengan hubungan yang relatif pasti yang terdapat diantara pekerjaan dalam organisasi. Hubungan yang pasti timbul dari proses keputusan, antara lain :
1.                  Pembagian kerja ( division of labor )
2.                  Departementalisasi ( depertementalization )
3.                  Rentang kendali ( span of comtrol )
4.                  Delegasi ( delegation )

Struktur organisasi pada dasarnya merupakan desain organisasi dimana manager melakukan alokasi sumber daya organisasi terutama yang terkait dengan  pembagian kerja sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan, secara ilustratif struktur organisasi bisa digambarkan sebagai bagan organisasi ( organizational chart ).




Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Stoner, Freeman, dan Gilbert ( 1995 ), ada empat pilar dalam pengorganisasian, antara lain :
1.      Pembagian kerja ( division of work )
2.      Pengelompokan pekerjaan (depertementalization )
3.      Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi ( Hierarchy )
4.      Koordinasi ( coordination )
Berdasarkan dari pernyataan yang berasal dari sumber yang berbeda, mengatakan bahwa “ empat dasar diatas itulah yang menjadi dasar untuk melakukan proses pengorganisasian “,  sebenarnya pengertiannya itu sama meskipun dari berbagai sumber, berdasarkan pembagian tersebut maka dari beberapa pilar dan proses keputusan dapat disimpulkan, antara lain :
1.      Pembagian Kerja ( Division Of Work / Division Of Labor )

Pembagian kerja juga dinamakan pembagian tenaga kerja ( Division of Labor  ), akan tetapi pembagian kerja lebih banyak digunakan karena pada dasarnya yang dibagi-bagi adalah pekerjaannya bukan tenaga kerjanya. Proses pembagian kerja dari keseluruhan akan menjadi lebih spesifik atau lebih sederhana dan detail jika keseluruhan pekerjaaan dapat dibagi-bagi berdasarkan kriteria tertentu yang lebih spesifik.

Permasalahan yang berhubungan dengan pembagian kerja bertalian dengan sampai seberapa jauh pekerjaan dispesialisasikan. Selururuh pekerjaan dispesialisasikan sampai suatu tingkat dan kemampuan untuk membagi pekerjaan diantara pemegang pekerjaan.

Berikut keuntungan yang diperoleh dengan adanya spesialisasi pekerjaan, antara lain :
·         Apabila suatu pekerjaan terdiri atas sedikit tugas, managemen mudah memberikan pelatihan pengganti bagi bawahan yang diberhentikan atau dimutasikan, karena aktivitas pelatihan yang minimum memerlukan alokasi biaya pelatihan yang rendah.
·         Seorang bawahan dapat menjadi ahli dalam melaksanakan tugas jika pekerjaan atau tugas yang diberikan jumlahnya sedikit, sehingga akan menghasilkan keluaran atau hasil yang memuaskan.

2.      Pengelompokan Pekerjaan ( Departementalization )

Setelah pekerjaan dispesifikkan, maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu ynag sejenis. Proses penentuan deretan dan kedalaman pekerjaan individual bersifat analistis, yaitu jumlah tugas organisasi dipecah-pecah ke dalam beberapa tugas yang lebih kecil yang berurutan. Proses penggabungan pekerjaan  ke dalam kelompok inilah yang dinamakan sebagai departementalisasi. Sedangkan manajerial yang muncul adalah   memilih suatu dasar bagi penggabungan pekerjaan tersebut.

Praktik departementalisasi sering didasarkan atas kebutuhan sebagai berikut :

a.       Departementalisasi Fungsional

Pengelompokan pekerjaan dilakukan menurut fungsi organisasi. Beberapa organisasi lebih sering menggunakan dasar fungsional karena mudah dipahami orang. Beberapa kegiatan dari fungsi pengorganisasian, antara lain :
·         Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, menetapkan prosedur yang diprerlukan.
·         Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan garis kewenangan dan tanggung jawab.
·         Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia/ tenaga kerja.
·         Kegiatan penenmpatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.

b.      Departementalisasi Teritorial

Departementalisasi teritorial dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar bidang geografis. Bidang geografis ini menyangkut tugas seluruh operasi di suatu wilayah tertentu, logikanya bahwa semua aktifitas dalam daerah tertentu seharusnya ditugaskan kepada seorang manager. Manager tersebut akan bertugas melaksankan seluruh operasi dalam bidang goegrafis.

Salah satu keuntungan dari pengelompokan ini adalah akan memberikan dasar pelatihan bagi tenaga managerial. Organisasi dapat memberikan pelatihan kepada para manager di daerah. Manager kemudian menilai program dan kemajuan daerah dan memberikan pandangan yangsangat berharga agar produk dan jasa diterima di lapangan.

c.       Departemtalisasi Produk

Pada organisasi bisnis besar atau perusahaan yang produknya beraneka ragam, aktivitas dan para pekerja yang dikelompokan atas tugas dan kegiatannya masing-masing. Bentuk organisasi ini memungkinkan bawahan atau para pekerja untuk mengembangkan seluruh keahliannya dalam penelitian, membuat, dan mendistribusikan suatu produk. Sentralisasi otoritas, tanggung jawab, dan tanggung gugat dalam departemen produk tertentu memungkinkan managemen mengkoordinasikan aktivitas.

d.      Departementalisasi Campuran Organisasi Divisional

Departementalisasi pelangan dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar pelanggan. Misalnya, struktur organisasi dari lembaga pendidikan, departemen pinjaman bank komersial, toserba, pasar swalayan,dsb.

c. departementalisasi Pelanggan

Strategi campuran ini muncul karena para manager mencoba menanggulangi pertumbuhan, pergeseran dalam pasar, budidaya produk dan jasa, kebijakan pemerintah.

3.      Penentuan Relasi antar Bagian dalam Organisasi ( Hierarki )

Sebenarnya antara hierarki dengan permasalahan yang rentan kendali  ( Span Of Control )  itu merupakan satu bagian, mengapa…..? Karena Span Of Control adalah bagian dari hierarki. Sedangkan Hierarki ini memiliki dua konsep penting dalam proses penentuan hierarki, yaitu : Span of management control dan Chain Of Command. Span of management control terkait dengan jumlah orang atau bagian di bawah suatu departemen yang akan bertanggung jawab kepada departemen atau bagian tertentu, sedangkan Chain of command menjelaskan bagaiman batasan kewenangan dibuat dan siapa dan bagian mana akan melapor ke bagian mana. Chain of command juga menunjukkan garis perintah dalam sebuah organisasi dari hierarki yang paling tinggi kke hierarki yang paling rendah.

Dalam  penentuan hierarki organisasi melalui penentuan Span Of Management Control dan Chain Of Command, manager perlu mempertimbangkan apakah akan menggunakan  jenis hierarki yang bersifat horisontal ( flat hierarchy ) atau vertikal ( tall hierarchy ). Hierarki horisontal adalah bentuk struktur organisasi yang bagian organisasinya banyak ke samping dan meminimalkan jumlah sub bagian departemen. Sedangkan hierarki vertikal adalah bentuk struktur organisasi yang meminimalkan bagian-bagian organisasi kesamping secara horisontal, dan memperbanyak sub bagian atau departemen secara vertiakal.

Lihat gambar di bawah ini



Gambar a. hierarki horisontal








Gambar b. hierarki vertikal


 

 

4.      a  Koordinasi ( coordination )

Bagian terakhir atau pilar terakhir dari proses pengorganisasian adalah koordinasi, namun di sumber lain ada yang mengatakan Delegasi kekuasaan, sebenarnya koordinasi dengan delegasi kekuasan itu cenderung memiliki arti yang sama. Karena Delegasi kekuasaan merupakan bagian dari koordinasi, dimana delegasi kekuasaan adalah penguasaan dan pengaturan yang ada di suatu struktur organisasi yang dikendalikan oleh wewenang masing-masing sesuai dengan garis struktur, yang menyebabkan adanya koordinasi antara penguasa yang paling tinggi atau yang disebut dengan direktur atau pimpinan hingga  ke anak buah atau para pekerja.

Koordinasi ( coordination ) sebagaimana menurut Stoner, Freeman, Gilbert ( 1995 ) pada dasarnya adalah the process of integrating the activities of separate departments in order to pursue organizational goals effectively.  Koordinasi adalah proses dalam mengintegrasikan seluruh aktifitas dari berbagai departemen atau bagian dalam organisasi agar tujuan organisasi bisa tercapai secara efektif. Tanpa koordinasi berbagai kegiatan yang dilakukan di setiap bagian organisasi tidak akan terarah dan cenderung membawa misi masing-masing.

5.      b Delegasi ( Delegation of Authority )

Merupakan permasalah delegasi kekuasaan bertalin dengan keuntungan relatif dari desentralisasi, yaitu delegasi kekuasaan sampai pada tingkat paling rendah dalam hierarki manajerial. Konsep desenralisasi tidak berkenaan dengan penyebaran geografis unit-unit organisasiyang terpisah tetapi konsep tersebut berhubungan dengan hal yang didelegasikan kepada anager untuk mengambil keputusan tanpa persetujuan dari managemen yang lebh tinggi. Dalam beberapa segi, konsep tesebut berhubungan dengan pengaruhyang dimliki oleh seseorang karena karakteristik pribadinya.

Mintzberg ( 1983:304 ) mengemukakan bahwa setiap organisasi memiliki lima bagian dasar, antara lain :

1.      The Operating Core
Para karyawan yang melakuakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produksi dan jasa.
2.      The Strateic apex
Manager puncak yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi yang bersangkutan.
3.      The Middle Line
Para manager yang menjadi penghubung Operating Core dengan strategic Apex
4.      The Tehnostructure
Para analisis yang memiliki tanggun jawab untuk meaksanakan bentuk standardisasi tertentu dalam organisasi.
5.      The Support Staff
Orang yang mengisi unit staff, yang member jasa pendukung tidak angsunkepada organisasi.

Jadi menurut Mintzberg, terdapat lima buah desainkonfigurasi yang masing-masing dihubungkan dan didominasi dari masing-masing tersebut. Jika kendali ada di operating core, maka keputusan akan didesentralisasi. Hal ini akan menciptakan biokrasi professional. Jka Strategi apex yang dominan maka kendali desentralisasi dan organisasi itu merupakan struktur  yang sederhanaJika Middle Management yang mengendalikan maka akan ditemukan kelompo dari unit yang bekerja dalam sebuah struktur Divisional. Tetapi jika para analisis Technostructure yang dominan maka kendali akan dilakukan melalui Standardisasi.

Stoner dan Wankell ( 1986 ) mengemukakan adanya 5 elemen yang berguna untuk menganalisis Struktur Organisasi, antara lain :

a.       Spesialisasi Akivitas ( Specialization of Activities )
Spesialisasi ini mengacu pada spesifikasi tugas individual dan kelompok kerja di seluruh organisasi ( pembagian kerja ) dan penyatuan tugas ke dalam unit kerja.

b.      Standardisasi Aktivitas ( Standardization of Activities )
Standardisasi aktifitas merupakan  prosedur yang digunakan  organisasi untukmenjamin kelayakdugaan ( predictability ) aktivitasya. Menstardisasi adalah menjadikan konsisten dan seragam. Dengan analisis ini maka manager berusaha untuk menstadardisasi keluaran organisasi.

c.       Koordinasi Aktivitas
Koordinasi Aktivitas adalah prosedur yang memadukan funsi subunit dalam organisasi. Mekanisme standardisasi memudahkan untuk pengoodinasian pekerjaan aktifitas khususnya dalam organisasi yang tidakmemiliki aktifitas rumit.

d.      Sentralisasi dan Desantrilisasi pengambilan keputusan ( Centralization and decentralization of decision making )
Sentralisasi dan desantrilisasi pengambilan keputusan menacu pada lkasi otoritas pengambilan keputusan. Dalam struktur organisasi Disentralisasi keputusa diambil oleh top manager, dan gaya pengambilan keputusan dibagi diantara para bawahan pada hierarki manajemen menengah dan bawah.

e.       Ukuran Unit Kerja ( size of the work unit )
Ukuran unit kerja mengacu pada jumlah bawahan dalam satu kelompok kerja.
Untuk memperlihatkan struktur organisasi,manager biasanya menyusun suatu bagan organisasi yang menggambarkan diagram fungsi, departemen, dll, yang menunjukkan hubungan satu dengan yang lain.
Bagan organisasi menambarkan lima aspek struktur organisasi yang utama, yaitu :
·         Pembagian kerja ( division of work )
·         Manager dan bawahan ( manager ane subordinates )
·         Tipe pekerjaan yang dilaksanakan ( the type of work being performed )
·         Pengelompokan bagian pekerjaan ( the grouping of work segment )
·         Level Management ( the level of management )

Keunggulan ( advantage ) bagan organisasi
§  bahwa para bawahan memilliki gambaran tentang  bagaimana organisasi distrukturkan
§  Untuk mengetahui tugas dan wewenang setiap jabatan
§  Memudahkan untuk menemukan orang yang bersangkutan jika ada seseorang yang diperlukan untuk menangani permasalahan yang spesifik.
Kelemahan ( Disadvantage ) bagan organisasi
§  Terdapat banyak hal yang samar atau tidak terlihat


Dalam organisasi modern terdapat 3 bentuk Struktur Organisasi yang secara formal disusun menurut fungsi, produk atau jasa, dan dalam bentuk matriks.

1.      Struktur Organisasi Fungsional

Struktur Organisasi funsional menghmpun seluruh individu yang terlibat dalam suatu aktifitas atau beberapa aktifitas yang berkaitan dalam suatu departemen.

Gambar Struktur Organisasi Fungsional






 Bentuk struktur organisasi fungsional seringkali digunakan oleh perusahaan keci yang menawarkan jajaran produk yang terbatas, karena memunkinkan sumber daya yang khusus dapat digunakan dengan seefisien.

Stoner dan Wankell ( 1986: 248 ) mengkutip karakteristik struktur fungsional

Tabel Karakteristik Struktur Fungsional

 Keunggulan
( advantages )
Kelemahan
( Disadvantages )
1.      Sesuai dengan lingkungan yang stabil
2.      Menunjang pengembangan keahlian
3.      Memberi kesemptan bagi para spesialis
4.      Memerlukan koordinasi internala minimum
5.      Hanya sedikit memerlukan keterampilan antar pribadi
1.      Pada organisasi besar, respon lbih lambt diterima
2.      Menyebabkan terjadinya penyumbatan, karena pelaksanaan tugas sekuensial
3.      Kurang inovatif dan memiliki perspektif yang sempit
4.      Dapat menimbulkan konflik tentang prioritas produk
5.      Tidak menunjang berkembangnya manager umum
6.      Mengaburkan Tanggung jawab atas tugas keseluruhan.

2.      Struktur Organisasi Produk atau Pasar

Struktur organisasi berdasarkan produk atau pasar sering sekali dipandang sebagai organisasi menurut devisi yang menghimpun seluruh unit kerja yang terlibat dalam produksi dan pemasaran suatu produk.
Struktur organisasi produk atau pasar sering digunakan oleh prusahaan besa dan perusahaan multiproduk. Pola utama atas pembagian produk atau pasar yang sering dianut adalah sebagai berikut :

a.       Pembagian menurut Produk
Struktur ini tiap bagian bertanggung jawab atas suatu produk atau seperangkat produk yang saling berhubungan.

Lihat Grafik di bawah ini

 


 

B. Pembagian Menurut  Geografis ( Division by Geography )
Versi ini menghimpun dalam suatu bagian, seluruh aktifitas yang dilaksanakan di wilayah tertentu di mana unit yang bersangutan melakukan operasina.
Pengaturan semacam ini dipandang logis manakala dengan pertimbangan  tentang :
1.      Sumber bahan baku
2. Sumber bawahan
3. Pasar atau produk yang dihasilkan
Gambar Struktur ini






Direktur utama
 


 








b.      Pembagian Menurut Pelanggan
Versi ini terjadi apabila suatu divisi menjual hampir seluruh produksinya kepada kelompok pelangan tertentu.

Struktur Organisasi pelanggan


 

 

Struktur rganisasi produk memiliki keunggulan dan kelemahan. Karakteristik keungulan dan kelemahan struktur organisasi ersebut seperti dikemukakan Stoner dan Wankell ( 1986 : 252 )
Karakteristik Struktur Produk/Pasar
Keunggulan
( Advantages )
Kelemahan
( Disadvantages )
1.      Sesuai dengan perubahan yang cepat
2.      Memungkinkan adanya visibilitas yang tinggi
3.      Memungkinkan konsentrasi penuh terhadap tugas
4.      Kejelasan tanggung jawab
5.      Memungkinkan pengolahan tugas ganda secara pararel
6.      Memudahkan pelatihan bagi manager umum
1.      Membantu perkembangan politik dalam alokasi sumber daya
2.      Kurang mendukung koordinasi aktivitas antar divisi
3.      Mendorong terabaikannya prioritas janka panjang
4.      Memungkinkan menurunkan pendalaman kompetisi
5.      Menimbulkan konflik antara tugas divisi dengan prioritas  perusahaan

2.      Struktur Organisasi Matriks
Pada struktur organisasi matriks terdapat dua jenis desain sekaligus. Struktur organisasi berusaha memaksimumkan kelemahan dari struktur fungsional dan struktur produk atas pasar. Struktur organisasi matriks mencapai keseimbangan yang diinginkan dengan melapisi atau membubuhi suatu struktur otoritas horizontal, pengaruh, dan omunikasi. Adanya sistem otoritas ganda merupakan ciri khs dari struktur organisasi matriks.
Struktur organisasi matriks ditemukan dalam organisasi yan memerlukan tanggapan terhadap perubahanyang cepat dalam dua sektor, sepertitknologidan pasar, yang menghadapi ketidakpastian dan memerlukan persyaratan tinggi mengenai pengolahan informasi serta harus mengahdapi keterbatasan sumber daya financial dan sumber daya manusia.
Gambar Struktur Organisasi Matriks
Direktur utama
 
 



 


Toner dan Wankell ( 1986:254 )
Keunggulan
( Advantages )
Kelemahan
( Disadvantages )
1.      Memrikan Fleksibilitas kepada organisasi
2.      Merangsang kerjasama antar disiplin
3.      Melibatkan dan menantang perorangan
4.      Mengembangkan ketrampilan karyawan
5.      Membebaskan top managemen untuk perencanaan
6.      Memotiviasi perorangan untuk mengidentifikasi produk
7.      Memungkinkan para ahli ke wilayah penting apabila diperlukan
1.      Risiko timbulnya perasaan anarki
2.      Mendorong pergulatan otoritas
3.      Dapat mengarah pada diskusi daripada aksi
4.      Menuntut ketrampilan antar pribadi yang tinggi
5.      Implementasinya memerlukan biaya yang tinggi
6.      Risiko duplikasi usaha oleh tim proyek
7.      Berpengaruh terhadap moral kerja ketika personel diatur kembali

II. 3 Teknik Pengorganisasian
Pengorganisasian sebagai proses menunjuk pada rangkaian kegiatan yang menghidupkan suatu struktur organisasi tertentu (Gibson, Ivancevich, Donnelly, and Konopaske, 2006 : Champoux, J.E. 2003.), dan diterapkan dengan mempertimbangkan 4 (empat) faktor yakni: pertama, struktur organisasi harus merefleksikan tujuan-tujuan dan rancangan sebab aktivitas-aktivitas organisasi justru bersumber dari kedua aspek ini. Kedua, struktur itu hendaknya memberikan gambaran garis kekuasaan para manajer organisasi, dan hal ini bergantung pada tipe dan jenis organisasi. Ketiga, seperti halnya perencanaan, struktur organisasi harus merefleksikan lingkungannya baik yang menyangkut ekonomi, tek¬nologi, politik, sosial, maupun etik sehingga tidak akan bertentangan dengan ke semua faktor ini. Struktur organisasi harus dapat membantu kelompok/individu mencapai tujuan secara efisien di dalam situasi mendatang yang berubah-ubah. Tentu saja ia tidak boleh statis dan mekanis. Keempat, organisasi harus diisi dengan tenaga manusia. Penge¬lompokkan kegiatan dan pembagian kekuasaan yang terlihat pada struktur organisasi disesuaikan dengan kebiasaan dan batas kemampuan sese¬orang. Hal ini bukan berarti struktur organisasi itu dirancang untuk memenuhi perbedaan individual setiap personel, melainkan difokuskan pada tujuan-tujuan dan aktivitas organisasional. Suatu pertimbangan penting dalam merancang sebuah organisasi adalah jenis orang-orang yang akan dipekerjakan. Sebagaimana para insinyur mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan jenis material yang akan dipergunakan dalam proyek-proyek mereka, begitu pula para organi¬sator mempertimbangkan bahan-bahan mereka yakni orang-orang. Setelah memperhatikan sejumlah prinsip proses pengorganisa¬sian itu, baru penyelenggara organisasi itu memulai kegiatannya secara sistematis, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan mengelompokan sejumlah aktivitas yang diinginkan.
2. Mengelompokan aktivitas menurut sumber dan situasi yang ada.
3. Mendelegasikan kekuasaan pada anggota tertentu.
4. Mengadakan koordinasi kekuasaan (wewenang) dan hubungan informasi.
Proses demikian mengisyaratkan bahwa tahap-tahap pengorganisasian dimulai atas dasar tujuan-tujuan yang telah ditetapkan pada langkah perencanaan.

II. 4 Organisasi dalam prespektif Islam
Di dalam islam, kepemimpinan itu biasa dikenal dengan istilah imarah, ri-asah, atau qiyadah. Semua bermakna sama. Islam telah melekatkan persoalan kepemimpinan ini atas diri umatnya, sedemikian rupa sehingga tidak boleh ada satu perkarapun dimana didalamnya melibatkan tiga orang, kecuali harus ada salah seorang diantara mereka yang menjadi pemimpinnya. Rasulullah saw bersabda:  “Tidak boleh bagi tiga orang berada dimanapun dibumi ini, tanpa mengambil salah seorang diantara mereka sebagai amir “.
Ini berarti islam telah mengajarkan berpolitik dalam perkara apa pun dengan keharusan ada seorang pemimpin disetiap perkara dan kehidupan kaum muslim. Di dalam kehidupan keluarga, didalam shalat berjamaah ada imamnya, di dalam perjalanan ada pemimpin perjalanan, di dalam khalifah haji/umroh ada pemimpinnya, di dalam pasukan terdapat komandannya, dan lain-lain termasuk di dalamnya adalah kepala negara, yang di dalam sistem pemerintaha islam dikenal dengan sebutan khalifah ia adalah pemimpin umum bagi seluruh kaum muslim dan dunia untuk menegakan hukum-hukum syariat islam dan mengembang dakwah islam keseluruh penjuru dunia. Pemimpin seperti inilah yang dinyatakan oleh hukun syariat agar masyarakat tertib dengan institusi kekhilafahan islam, dimana diwajibkan atas seluruh kaum muslim menegakan dan menjaganya.
Keharusan adanya seorang pemimpin dalam seluruh perkara, apalagi perkara besar seperti negara. Sebab tidak akan ada gunanya pelaksanaan suatu sistem apabila tidak ada orang yang memimpin pelaksanaan sistem tersebut. Oleh karena itu segeralah kalian berupaya untuk membaiat seorang khalifah selamatkanlah diri kalian dari kematian jahiliah segeralah kalian berperang dan berlindung di belakang khalifah yang kalian baiat. Rasululloh saw bersabda: “sesungguhnya imam adalah perisai dimana orang-orang berperang dan berlindung di belakangnya”.
Dalam pandang islam pun berorganisasi diperlukan dalam memimpin maraih kemenangan demi kemenangan, bukan mengantarkan kalian pada kekalahan demi kekalahan. Untuk itu kita pun belajar bagaimana cara memimpin dalam suatu organisasi. Karena dalam berorganisasi mahasiswa memiliki nilai lebih, posisi mahasiswa aktivis menjadi idialisme bagi seorang mahasiswa yang patut dibanggakan. Namun memang kehidupan mahasiswa aktivis tidak sebaik kehidupan mahasiswa akademis. Dalam berbagai hal sangat jelas menunjukan perbedaan secara skill, intelektual dan etika sangat membanggakan Namun ia lemah dalam segi pengalaman. Sebab mahasiswa tersebut jika berhadapan dengan persoalan yang pelik. Karakter mahasiswa ini akan nampak sangat kaku dalam dalam menyelesaikan persoalan, bahkan cara menyelesaikan konflik-nya kurang.





Bab III
III.1 kesimpulan
a.       organisasi  merupakan suatu wadah tempat berkumpulnya orang-orang yang bekerjasama guna mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan. Ada 3 unsur dalam organisasi antara lain : kumpulan orang, kerjasama, dan tujuan yang ingin dicapai. Unsur-unsur organisasi merupakan dalam satu kesatuan organisasi yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain.

b.      Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan. Struktur organisasi menspesifikasikan pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi atau aktifitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu. Dan terbagi menjadi beberapa struktur yaitu:

1.      Pembagian kerja ( division of work )
2.      Pengelompokan pekerjaan (depertementalization )
3.      Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi ( Hierarchy )
4.      Koordinasi ( coordination )

c.       Teknik Pengorganisasian sebagai proses menunjuk pada rangkaian kegiatan yang menghidupkan suatu struktur organisasi tertentu (Gibson, Ivancevich, Donnelly, and Konopaske, 2006 : Champoux, J.E. 2003.), dan diterapkan dengan mempertimbangkan 4 (empat) faktor yakni: pertama, struktur organisasi harus merefleksikan tujuan-tujuan dan rancangan.
d.      Islam telah mengajarkan berpolitik dalam perkara apa pun dengan keharusan ada seorang pemimpin disetiap perkara dan kehidupan kaum muslim.
   Rasulullah saw bersabda:  “Tidak boleh bagi tiga orang berada dimanapun dibumi ini, tanpa mengambil salah seorang diantara mereka sebagai amir “.






Refrensi buku:
1.      Siswanto bedjo, 2005. Pengantar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara
2.      Sule Ernie Trisnawati dan Kurniawan Saefullah, 2005. Pengantar Manajemen. Edisi pertama, Jakarta: Pernada Media
3.      Bangun Wilson, 2008. Intisari Manajemen. Bandung: refika Aditama
4.      George R. Terry dan Leslie W. Rue, cetakan ke sebelas, Agustus 2010. Dasar-dasar manajemen:Bumi Aksara
              



Tidak ada komentar: